Seperti yang kita ketahui, manusia merupakan mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari cinta dan kasih sayang, oleh karena itu terdapat kata mutiara “tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki rasa kasih sayang dan cinta”. Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang kepada (apapun atau siapapun), sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta. Meskipun pengertian keduanya sangatlah mirip akan tetapi, terdapat perbedaan diantara keduanya yaitu apabila cinta lebih ke arah mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih ke arah keluarannya, dengan kata lain cinta berasal dari mendalamnya rasa, yang diwujudkan dengan kasih.
Di Dalam Ilmu Budaya Dasar, kasih dan mengasihi erat kaitannya dengan arti dari IBD itu sendiri. Yaitu basic humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang aslinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Sehingga akan tercipta rasa kasih, mengasihi dan rasa tanggung jawab sebagai manusia itu sendiri.
Kasih merupakan perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruhbelas kasihan. Bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata. Kasih dan mengasihi merupakan suatu perasaan yang menenangkan, menyamankan dan membuat betah, dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar masing-masing pihak di tuntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, tapi intinya adalah bahwa ketenangan jiwa sebagai seorang manusia yang berbudaya yaitu “the Humanities” tadi akan kita dapatkan dengan perasaan saling antar sesama yaitu kasih ataupun cinta. Hal ini pun berhubungan dengan salah satru ilmu pengetahuan budaya yaitu Ilmu Sosial. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Prof Dr.Harsya Bactiar, bahwa ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia,serta keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.
Kasih dan cinta merupakan anugrah dari Tuhan YME, yaitu dengan cara kita harus membawanya ke arah yang baik atau kebaikan. Jika kita mengusahakannya menuju arah yang lebih baik , maka hal-hal yang terjadi yang menjadi dampak dari kasih itu serndiri akan lebih terasa, yaitu akan menjadi damai, sejahtera, aman dan akan lebih terjalin rasa memiliki dengan sesama. Dan sebaliknya jika kita mangusahakannya menuju ke arah yang buruk, maka hal-hal yang terjadi akan menimbukan bencana.
Maka dari itu jika kita mengasihi sesama harus dilandasi rasa ikhlas dan tulus dengan meneerima segala kekurangan yang ada dan tanpa adanya motivasi lain yang menuju ke arah yang lebih buruk.
Terdapat beberapa jenis cinta dan kasih, diantaranya :
1. Cinta kasih kepada Tuhan
Ini merupakan cinta kasih manusia yang paling utama, yang tidak hanya dilakukan dengan tindakan-tindakan seperti berdoa saja, akan tetapi hampir semua tindakan manusia beserta tingkah lakunya.
2. CInta kasih kepada diri sendiri
Cinta kasih terhadap diri sendiri sangatlah erat kaitannya dengan hasrat untuk menjaga diri serta untuk mengembangkan potensinya.
3. Cinta kasih sesama manusia
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa manusia merupakan mahluk sosial, yang berinteraksi dengan sesama, bekerja sama dan memberi bantuan demi terjaganya hidup yang selaras dan harmonis.
Seiring dengan berjalannya waktu, kualitas dari kasih sayang itu sendiri tidaklah selalu sama setiap saat, dan tidaklah selalu baik. Ada kalanya berubah-ubah sesuai dengan faktor-faktor yang mempengaruhi.
Kunci mengasihi adalah kekonsistenan. Pada umumnya kita hanya melakukan perbuatan-perbuatan kasih di awal-awalnya saja, dan akan berlaku biasa-biasa saja untuk kurun yang lama. Mungkin kita beranggapan bahwa hal-hal seperti ini tidaklah penting lagi dan orang sekeliling kita sudah tidak lagi membutuhkannya. Begitu kita mulai menghentikannya, maka kasih mulai surut. Masalahnya adalah begitu kasih mulai surut, sebenarnya relasi antar sesama mulai mengering. Alhasil, relasi menjadi ranting kering yang mudah tersulut api. Sedikit kesalahpahaman pastilah memercikkan api pertengkaran. Makin sering terbakar pertengkaran, makin termakan habislah kasih itu.
Maka dari itu, apapun alasannya dan jenisnya, cinta kasih haruslah dijaga dengan baik dengan selalu memupuk rasa saling diantara sesama sehingga keseimbangan dalam hidup akan tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar